19 Juni, 2010


 Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi dan kesetiaan-Mu di waktu malam.
Mazmur 92:2-3

Pernahkah Anda merenungkan bahwa mungkin Anda tidak sedang mendapatkan jawaban dari doa-doa Anda karena Anda tidak bersyukur atas apa yang Tuhan telah lakukan bagi Anda? Pikirkanlah sebagai seorang orang tua. Jika anak Anda bersyukur dan ia sungguh-sungguh berterima kasih kepada Anda atas apa yang telah Anda lakukan, Anda ingin melakukan lebih banyak lagi baginya. Di sisi lain, jika anak Anda tidak berterima kasih, dan semua yang ia lakukan adalah meminta lebih banyak lagi, Anda sangat tidak suka menolong anak tersebut.

Itu sama dengan Tuhan, firman Tuhan mengajarkan kita bahwa kita seharusnya senantiasa bersyukur kepada Tuhan; kita seharusnya hidup dengan sikap bersyukur.

Anda mungkin berkata, “Aku telah melalui banyak kekecewaan. Aku kehilangan bisnisku tahun lalu. Pernikahanku tidak berhasil. Aku kehilangan begitu banyak. Bagaimana mungkin engkau mengharapkan aku bersyukur?”.

Tetapi jika saja bukan karena kebaikan Tuhan, Anda mungkin telah kehilangan semua. Jika bukan kemurahan Tuhan, Anda mungkin bahkan tidak ada disini hari ini. Berhentilah melihat pada apa yang telah hilang dan mulailah bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki.

Sahabat saya Freddie Lamb, mengalami ban kempes di jalan raya. Sementara ia di sisi jalan untuk mengganti ban, seorang pengemudi mabuk menabrak mobilnya mengenai dia. Sebagai akibatnya, Freddie kehilangan kedua kakinya.

Beberapa hari setelah kecelakaan itu, orang tua saya pergi ke rumah sakit untuk mengunjungi Freddie, sambil berpikir bahwa ia pasti putus asa dan marah atas kemalangannya. Tetapi Freddie tidak demikian. Ia memiliki seulas senyum di wajahnya dan penuh dengan sukacita. Semua yang dapat ia ucapkan adalah bagaimana Tuhan menyelamatkan nyawanya. Terlepas dari tragedi itu, ia masih memiliki sikap bersyukur. Ia bangun dari tempat tidurnya dan berkata, “Lihat, pendeta, apa yang tersisa dari kaki-kakiku,” ia masih dapat memuji Tuhan.

Freddie tidak memusatkan perhatian pada apa yang ia tidak miliki. Ia bersyukur kepada Tuhan atas apa yang masih ia miliki. Ia mungkin telah kehilangan banyak, tetapi ia tahu jika itu bukan karena kebaikan Tuhan, ia pasti telah kehilangan semua. Hari ini, Freddie Lamb memiliki kaki palsu baru, dan kemanapun ia pergi, ia mengatakan kepada orang-orang apa yang Tuhan telah lakukan baginya.

Buatlah sebuah keputusan hari ini bahwa Anda akan menjadi seperti Freddie. Tidak peduli apa yang datang melawan Anda, Anda akan memiliki sikap yang bersyukur. Anda akan menemukan beberapa alasan untuk bersyukur kepada Tuhan.

Baru-baru ini, saya menerima sebuah surat dari seorang wanita berusia delapan puluh tujuh tahun, namanya Dorothy. Ia menulis lelucon yang saya ceritakan pada awal kotbah saya, dan kemudian ia pergi ke rumah jompo untuk menceritakannya kepada teman-temannya, untuk memberikan semangat orang-orang yang ia sebut sebagai “orang-orang tua”. Memang menarik, Dorothy berkata kepada saya, “Joel, tak seorangpun di rumah jompo mengetahuinya, tetapi aku menderita penyakit paru-paru yang tidak tersembuhkan. Itu yang menyebabkan aku batuk-batuk lebih dari dua ratus kali sehari. Tetapi aku merasa begitu diberkati bahwa aku dapat pergi ke sana dan membuat sebuah perbedaan.”

Dorothy menyimpulkan sikap yang Tuhan ingin kita miliki saat menghadapi kesukaran. Ia tidak memusatkan perhatian pada apa yang salah. Ia memusatkan perhatian pada apa yang benar. Ia dapat saja mempersalahkan Tuhan, dan merasa kasihan pada diri sendiri. Tetapi tidak, ia telah belajar prinsip bahwa di dalam segala sesuatu kita harus bersyukur kepada Tuhan.

Mungkin Anda telah kehilangan sukacita Anda. Anda telah kehilangan semangat Anda. Anda telah kehilangan kemenangan Anda. Saya telah mendengar tentang seorang pria yang adalah seorang yang sangat negatif. Ia terus menerus memusatkan perhatian pada apa yang telah hilang daripadanya. Suatu hari, seseorang berkata kepadanya untuk menuliskan sepuluh hal yang dapat ia syukuri. Ia melakukannya dan setiap pagi ia mengulangi daftar itu beberapa kali. Sedikit demi sedikit, sikapnya mulai berubah. Ia memperoleh kemenangannya kembali. Hari ini ia sepenuhnya menjadi pribadi yang berbeda.

Saat Anda tergoda untuk putus asa, sadarilah bahwa akar penyebabnya sering kali dapat ditelusuri pada sikap yang tidak bersyukur. Tidak peduli apa yang datang melawan Anda, jika Anda akan melakukan apa yang Freddie dan Dorothy lakukan, Anda akan menang dalam setiap keadaan. Anggap saja, Anda mungkin menderita banyak kerugian, tetapi bersyukurlah kepada Tuhan bahwa Anda masih disini. Anda hidup. Buatlah sebuah keputusan bahwa Anda akan menjadi seorang yang penuh syukur. Temukanlah beberapa alasan untuk bersyukur kepada Tuhan. Jika Anda mau melakukannya, tidak ada batas bagi apa yang Tuhan akan lakukan dalam kehidupan Anda.
-Joel Osteen-

0 komentar :

Poskan Komentar