15 Agustus, 2011



1. Harus fear dan jujur.

Apa betul selama ini sudah belajar sungguh-sungguh? Jika tidak bertanggung jawab, maka perkara ini tertutup bagimu. Kalau bertanggung jawab, maka hal ini terbuka dengan pertolongan Tuhan.



2. Harus melalui proses pengenalan diri.

Menyadari bahwa saya dicipta oleh Tuhan dengan sangat unik.

”Engkaulah yang menjadikan dan membentuk aku, berilah aku pengertian untuk belajar perintah-perintah-Mu.” [i]

”Engkau menciptakan setiap bagian badanku, dan membentuk aku dalam rahim ibuku.” [ii]

”Tubuh kita mempunyai banyak anggota. Setiap anggota ada tugasnya sendiri-sendiri.”[iii]



3. Lihat interest kamu apa. Apa sih yang saya suka? 

Kemudian harus tempatkan dirimu di lingkungan yang orientasinya dapat mengembangkan talenta tersebut.

Saya ambil contoh dalam bidang komputer.

Misalkan kamu rasa punya talenta di bidang komputer, yah… harus dengan sendirinya baca majalah komputer. Hadir dalam pameran-pameran ataupun lokakarya komputer, diskusikan masalah komputer dengan teman-teman yang mempunyai minat sama. Mengapa sih kita melakukan ini semua? Karena kita harus menguji, apa iya saya sedang berada di track yang benar.

Setelah pengujian, biasanya bakat dan ketertarikan akan muncul, tetapi mesti hati-hati lagi, jangan tertarik cuma game komputernya saja, jika tertariknya cuma itu sih semua orang juga bisa. Hasilnya, sudah tertutup lagi dah keinginan kalian untuk mengerti talenta. Karena, kembali seperti yang sudah saya jelaskan di awal tadi, dosa cuma membuat kita mau seneng-senengnya saja.

Saat kamu mendekati inti yang kamu senangi, yang timbul bukan hanya tertarik tapi satu perasaan, bahwa saya memang COCOK dan pas di bidang ini.



Contoh: Penguasaan bahasa komputer, bagi yang mempunyai talenta, tentu bahasa tersebut setelah dipelajari akan teringat selama berbulan-bulan dan ada perasaan ingin mengembangkan. Sementara bagi orang lain, mungkin akan lupa dalam beberapa jam. Bahkan sekejap, sudah hilang dari memori!

Inilah tanda-tanda yang hadir dalam hidup, jikalau Anda orangnya.



Seorang Psikolog pernah membagi pekerjaan menjadi 8 Bidang. Saya urutin satu-satu dan contoh pekerjaannya. Dalam setiap bidang, yang disebut duluan adalah yang terendah levelnya. Kenapa ada terendah dan tertinggi? Memang begitu, karena tergantung kekuatan motivasi, kepintaran, ketekunan meraih cita-cita dan tentunya Mr. X (kesempatan).



Terendah dan tertinggi tidak perlu kuatir, intinya semua pekerjaan datangnya dari Tuhan, tetapi ingat: JANGAN SELAMANYA TERENDAH, karena terendah adalah posisi temporer, posisi new comer (pemula). Pelan-pelan kalau Anda tekun dan bersandar pada Tuhan pasti akan naik step by step sampai posisi puncak di bidang tersebut:



1) Jasa. Berkaitan dengan kebutuhan, kesejahteraan, orang lain. Yang terendah misalnya: operator lift, supir taksi, penjaga information desk, pemadam kebakaran, salon, perawat, polisi, terapis, dan yang tertinggi adalah dokter dan konselor.

2) Kontak Bisnis. Talentanya mempengaruhi orang sehingga mereka menerima ide dan membeli barang yang ditawarkan. Dimulai dari salesman, bisa sales mobil, asuransi, staff marketing sampai yang paling hebat adalah promoter. Mendatangkan artis luar negeri dan meraup keuntungan ratusan juta dalam semalam.

Promoter termasuk mengadakan event internasional mengundang pabrikan, seller dan buyer. Saat ketemu langsung melakukan transaksi bernilai miliaran dalam seminggu. Setelah event selesai, Sang Promoter dapat fee yang tidak kurang besarnya.

3) Organisasi. Sangat ahli dalam pengaturan organisasi sehingga menjadi efektif dalam pemerintahan, bisnis dan industri. Level terendah dalam organisasi misalnya messenger boy (pengirim surat dan barang), lalu ada petugas kasir, penanggung jawab files (atau gudang), lebih tinggi lagi ada akuntan, di atasnya lagi ada direktur. Bahkan yang paling hebat bisa jadi presiden, orang-orang yang duduk di parlemen harus punya keahlian berorganisasi. Termasuk banker internasional.

4) Teknologi. Berkaitan dengan pengembangan, penemuan teknologi baru yang menunjang kehidupan manusia. Level terendahnya adalah para operator, misalnya operator alat-alat pertanian, operator mesin pabrik, di atasnya jadi tukang servis, ga bisa buat tapi bisa betulin. Lebih tinggi sedikit adalah petugas lapangan udara.

Lebih jago dari itu bisa menjadi insinyur yang melahirkan mesin-mesin baru. Paling puncak adalah para genius yang menguasai teknologi transportasi, informasi, elektronika, permesinan dan komputer. Lihat saja telepon, dari ga bisa dibawa kemana-mana dan pake kabel sampai ke Hand Phone yang wireless dan kecil mungil plus bisa browsing internet, radio, TV, chatting, ngefax sampai motret dan hasilnya bisa dikirim ke Amerika dalam waktu sekejap.

Kok bisa muncul HP keren gini? Di belakangnya ada orang bertalenta tinggi yang puintar-puintar luuar biasa. Tiap hari kerjanya menemukan hal-hal baru.

5) Outdoor. Mengerjakan pertanian, peternakan, perikanan, perhutanan dan tambang. Memikirkan bagaimana hasil bumi bisa ditingkatkan untuk kesejahteraan hidup manusia. Terendah adalah para buruhnya yang melakukan pembibitan ataupun menuai hasil. Di atasnya ada yang disebut sebagai daily tester. Menguji produk tiap hari. Naik ke level berikutnya adalah para pemiliknya yang memperkerjakan ribuan buruh tersebut. Di atasnya lagi, para pemilik tanah yang karena pengalaman dan keahliannya berperan sebagai konsultan untuk melayani pemilik tanah lainnya.

6) Science. Berhubungan dengan riset dan aplikasinya. Biasa bekerja di Laboratorium. Yang terendah tentu para staff labnya, dilanjutkan dengan para teknisi, assistant scientist, pembuat obat-obatan. Yang tertinggi tentu pemimpin riset yang membawahi ratusan staff ahli. Hari-hari ini dunia dikejutkan dengan virus flu yang berubah dari flu burung,ke flu babi, mungkin nanti ke flu monyet dan flu ikan. Who Knows? But orang-orang pintar yang bertalenta di bidang ini sedang bekerja siang malam berpacu dengan waktu untuk menaklukkan flu tersebut.

7) Budaya Umum. Berkaitan dengan pemeliharaan dan penyampaian nilai-nilai budaya, etika dan pengajaran kepada generasi di bawahnya. Yang terendah dimulai dari para sukarelawan di Lembaga Swadaya Masyarakat.

Budaya Umum termasuk para public speakers, pengajar motivasi, soft skills dan trainers. Kalau karirnya dilanjutkan ke dunia tulis menulis, tentunya akan memperngaruhi banyak sekali orang bahkan dapat melintasi generasi. Tulisan yang memberikan pengajaran kehidupan dan nilai-nilai kebenaran.

Jika betul-betul berbeban, dapat menuntut ilmu dan mengambil studi lanjutan supaya mendapatkan keahlian dalam bidang tertentu. Saya pribadi masuk ke bidang teologia, sekarang saya menjadi hamba Tuhan full timer, pengajar, penulis dan konselor.

8) Seni dan Pertunjukan. Berkaitan dengan keahlian di bidang seni, semua jenis pertunjukkan, termasuk atlit profesional. Para photograpers, design grafis, interior designer, pencipta musik, penyanyi, pelawak. Level di sini berlaku dari seorang pemula sampai kepada orang-orang yang akhirnya dikenal di seluruh dunia atas karya seni ciptaan mereka.



Nah, coba Anda perhatikan dan pelajari delapan bidang di atas.




Best Regards,

Ev. Chang Khui Fa (source)

Taken from Book GARAM & TERANG for Youth: Road To Transformation, Road 4: Adventure To The Marketplace.

[i] Mazmur 119: 73

[ii] Mazmur 139: 13

[iii] Roma 12: 4

0 komentar :

Poskan Komentar