22 Agustus, 2011



Sekarang kita beranjak ke Perjanjian Baru (PB). Heran sekali, perintah memberikan perpuluhan tidak ada di PB. Banyak orang berkata, ”Nah, Tuhan Yesus sendiri tak pernah ngomong. Berarti, saya tidak usah kasih. Kan Perjanjian Baru menggenapi Perjanjian Lama. Bagaimana?”

Ada dua bagian firman Tuhan di PB yang menyiratkan perpuluhan.

Yang pertama,

Tentang pengumpulan uang bagi orang-orang kudus, hendaklah kamu berbuat sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang kuberikan kepada Jemaat-jemaat di Galatia.

Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing--sesuai dengan apa yang kamu peroleh--menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.

Sesudah aku tiba, aku akan mengutus orang-orang, yang kamu anggap layak, dengan surat ke Yerusalem untuk menyampaikan pemberianmu. Kalau ternyata penting, bahwa aku juga pergi, maka mereka akan pergi bersama-sama dengan aku.[i]

Melalui ayat ini ada empat prinsip yang bisa kita ambil:

Pengumpulan uang merupakan tindakan ibadah kepada Tuhan, karena dikumpulkan pada hari pertama dari tiap minggu. Itu adalah Hari Minggu di mana mereka berkumpul beribadah kepada-Nya.

Memberi uang itu harus dengan teratur, tidak boleh tidak memberi, perhatikan kata tiap-tiap minggu. Ibadah teratur, beri uangnya juga teratur.

Berikan secara proporsional sesuai dengan kemampuan. Kita tidak dapat memberikan sesuatu yang memang tidak kita terima. Sebaliknya kita juga tidak boleh menahan apa yang kita dapat. Di sini, dituntut kedewasaan rohani.

Memberi itu harus direncanakan. Mereka mengerti kapan Paulus datang, dan sudah menyiapkan uang itu di rumah, jangan dadakan. Begitu dapat penghasilan, langsung sisihkan untuk perpuluhan dan persembahan.

Memberi jangan by instinct, kalau by instinct kita suka memanifestasikan jiwa yang pelit luar dalam.



Yang kedua,

Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia.

Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.

Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka.

Dengan kerelaan sendiri, mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus.

Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.[ii]


Ada beberapa point dari firman barusan:

Pemberian mereka merupakan satu contoh kemurahan yang sangat besar, karena dalam kemiskinan tetap kaya dalam kemurahan.
Pemberian mereka merupakan suatu pengorbanan, karena melampaui kemampuan mereka. Apa ini masih sepersepuluh? Sejujurnya, sudah LEBIH dari sepersepuluh.
Pemberian mereka menunjukkan keinginan mereka untuk terlibat lebih dalam dalam pelayanan.
Pemberian mereka menunjukkan relasi yang intim dengan Allah, mereka tahu pemberian itu untuk Allah. Di dalam relasi yang intim selalu ada komitmen. Komitmen menunjukkan keseriusan kita di dalam hubungan dengan Tuhan. Dalam komitmen sejati, selalu ingin memberi yang terbaik!

Saya percaya, kita semua pasti diberi pekerjaan oleh Tuhan. Apa beda orang yang sudah diselamatkan dan yang belum dalam bekerja?

Yang belum diselamatkan, bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Motivasi bekerja adalah menjadi kaya supaya bisa memakai uang. Dengan memiliki uang berarti memiliki kebebasan yang lebih besar. Saya mau keliling dunia, saya mau punya rumah banyak, saya mau punya isteri lebih dari satu. Money is power.

Bekerja bagi yang sudah diselamatkan bagaimana? Hidup ini bukan milik kita lagi, Hidup kita adalah milik Kristus, sebab itu segala sesuatu yang kita lakukan adalah untuk Glorify Him, memuliakan Tuhan. Mari kita memuliakan Tuhan melangkah dari yang paling mudah, memberikan persepuluhan.


Money? It is From Him & Used It to Glorify Him Forever!



Best Regards,

Ev. Chang Khui Fa (source)

[i] 1 Korintus 16: 1-4

[ii] 2 Korintus 8: 1-5

0 komentar :

Poskan Komentar