16 Februari, 2013



Bacaan: Ibrani 12:10-13

Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita... - Ibrani 12:11


Tidak pernah ada orang yang tiba-tiba menjadi ahli pada kesempatan pertama. Justru pada kesempatan pertama kebanyakan orang mengalami kegagalan. Pada kesempatan pertama saya belajar motor, saya berhasil menabrakkan motor ayah saya dan membuatnya masuk bengkel. Pada kesempatan pertama saya menyetir mobil, mobil tersebut berhenti di suatu tanjakan kecil, dan teman yang mengajari saya harus mengambil alih kemudi. Pada kesempatan pertama saya belajar renang, saya banyak menenggak air kolam. Pada kesempatan pertama saya berbicara di depan banyak orang, saya mengucapkan banyak kalimat yang keliru, tergagap, lutut gemetaran dan berkeringat banyak.
Gagal pada kesempatan pertama bukan berarti kita tidak berbakat di bidang tersebut. Itu hanya bagian dari proses saja. Sayangnya banyak orang buru-buru berhenti ketika mengalami kegagalan pada kesempatan pertama dan berkata bahwa bidang tersebut tidak cocok baginya. Bukankah sebenarnya ini hal yang aneh? Justru sangat tidak realistis jika kita mengharapkan hasil sempurna dalam kesempatan pertama.
Kegagalan di awal bukanlah akhir segalanya. Kegagalan itu sendiri adalah proses dan bukan hasil. Jadi, jangan pernah berhenti ketika kegagalan terjadi. Teruslah melakukan perbaikan demi perbaikan. Belajarlah dari kegagalan secara terus menerus, sampai akhirnya kita menjadi ahli. Inilah mentalitas para pemenang. Inilah mentalitas orang-orang sukses. Pada kenyataannya, hampir semua orang yang ahli dibidangnya pernah melakukan kesalahan yang sangat fatal dan mengalami kegagalan. Hanya saja mereka tidak pernah menyerah kalah, itu sebabnya hari ini mereka menjadi orang-orang yang ahli di bidang tersebut.
Sudah seharusnya kita memaafkan kesalahan atau kegagalan yang kita buat, dan jangan pernah pernah mentolerir keputusan untuk berhenti karena kegagalan yang terjadi. Saya, Anda, dan semua orang di dunia ini pernah gagal. Jadi, mengapa kita harus membedakan diri dari orang kebanyakan untuk menjadi manusia yang anti gagal?
Kesuksesan sejati akan diperoleh jika berani melewati proses bernama kegagalan

0 komentar :

Poskan Komentar