20 Maret, 2013



Bacaan: I Tawarikh 11:15-19

Lalu ketiga orang itu menerobos perkemahan orang- Filistin... I Tawarikh 11:18



Soal selera makan, sejujurnya saya punya sedikit kelemahan. Kelemahan yang juga dilakukan oleh banyak orang, yaitu takut mencoba menu dan cita rasa yang baru. Meski di daftar menu tersedia berbagai jenis makanan yang belum pernah saya rasakan, saya sama sekali tak tertarik untuk mencobanya. Saya selalu memilih menu yang itu-itu saja. Ketika saya mulai sedikit beranikan diri untuk mencoba menu baru, ternyata saya mendapati bahwa rasanya tak kalah dengan menu yang biasa saya makan. Memang saat mencoba menu baru ada kalanya saya merasa sangat kecewa karena rasanya yang sangat “ganjil”, namun tak jarang juga saya menemukan cita rasa baru yang sangat memanjakan lidah.
Pengalaman sederhana ini cukup mengajarkan kepada saya bahwa takut mencoba sesuatu yang baru hanya akan membuat kehidupan menjadi statis dan monoton saja. Takut mencoba hal baru akan membuat kita miskin pengalaman, sementara kita tahu bahwa pengalaman adalah sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan kita. Memang ketika kita mencoba sesuatu yang baru ada kalanya kita harus menanggung resiko, tapi sebenarnya ini jauh lebih baik daripada kita tak berbuat apa-apa hanya gara-gara tak berani menanggung resiko yang mungkin saja terjadi.

Sejujurnya saya pernah mengacaukan sebuah paduan suara dengan permainan piano saya yang masih amatiran. Saya pernah membuat suasana ibadah menjadi sedemikian dingin karena mendengar khotbah saya yang terbata-bata. Saya pernah membuat tulisan-tulisan yang tak pernah dibaca, dilirik pun mungkin tidak. Tapi ketika saya beranikan diri untuk mencoba, maka sesungguhnya saya sudah maju beberapa langkah jauh di depan.
Banyak orang Kristen tidak terlibat dalam pelayanan juga gara-gara hal ini, takut menangung resiko yang mungkin saja terjadi. Takut ditertawakan, takut dikritik, takut dikecam, takut gagal, takut melakukan kesalahan, dan takut ini itu. Jangan pernah takut mencoba terlibat dalam pelayanan, sebab kita memiliki Tuhan yang selalu melihat proses dan bukan hasil. Ia lebih menghargai keberanian dan ketulusan kita dalam melayani daripada kita memendam talenta hanya karena takut mencobanya. Jauh lebih baik berani melakukan hal yang besar, meski kadang gagal daripada tak pernah pernah mengenal kemenangan maupun kekalahan.
Pergilah ke sebuah restoran atau warung makan dan cicipilah rasa yang sama sekali belum pernah Anda coba dan sangat asing bagi Anda.

0 komentar :

Posting Komentar