23 Maret, 2013



Bacaan: I Korintus 12:12-31

Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.- I Korintus 12:20



Perbedaan tak seharusnya menghalangi kita menjadi sebuah tim yang solid. Karena memang sebuah tim dibentuk atas dasar kesatuan dan bukan keseragaman. Sesungguhnya saya bersyukur di tempatkan Tuhan di sebuah gereja yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, latar belakang dan status sosial yang berbeda-beda. Komunitas yang menurut saya sangat unik karena begitu banyaknya perbedaan. Ada orang Batak, Dayak, Ambon, NTT, Jawa dan saya sendiri adalah keturunan Cina. Meski kami punya perbedaan-perbedaan yang sangat mencolok, tapi itu tak pernah menghalangi kesatuan dan suasana kekeluargaan di gereja kami. Dari situlah saya belajar bahwa perbedaan tak seharusnya menghalangi kita menjadi satu tim.
Tim Yesus pun unik, bahkan semakin beragam lagi. Murid Yesus ada yang dari kelompok nelayan sederhana seperti Petrus, Andreas, Yohanes, dll, namun di sisi lain ada juga murid Yesus yang berasal dari golongan terpelajar macam Yudas Iskaryot, atau Nathanael. Lebih unik lagi kalau kita menyorot murid Yesus yang bernama Simon orang Zelot. Kalau kita belajar sejarah, maka kita akan tahu bahwa orang-orang Zelot dikenal sebagai kelompok pemberontak yang anti penjajahan Romawi. Sementara itu juga Yesus mengajak Matius si pemungut cukai untuk menjadi muridNya. Dari profesinya kita tahu bahwa Matius ini bekerja untuk penjajah Romawi. Bisa bayangkan bagaimana kalau Simon yang anti penjajah duduk bersebelahan dengan Matius yang bekerja untuk penjajah? Meski latar belakang sangat bertolak belakang, tapi toh mereka jadi satu tim yang hebat.
Patut disayangkan kalau membiarkan gereja Tuhan tak bisa bersatu hanya karena sebuah perbedaan. Yang lebih menyedihkan adalah melihat kenyataan bahwa di gereja Tuhan masih juga terdapat kasta-kasta. Si kaya kumpul dengan si kaya, sementara si miskin merasa senasib sepenanggungan dengan si miskin. Si kaya terlalu gengsi kalau duduk semeja dengan si miskin, sebaliknya si miskin juga merasa minder dan tak nyaman jika bersama dengan si kaya. Mungkin tak hanya kasta yang terdapat dalam gereja, tapi disadari atau tidak kadangkala dalam sebuah gereja masih terdapat diskriminasi ras. Kiranya tulisan-tulisan ini menjadi introspeksi bagi kita, di samping itu menjadi pelecut agar kita mendobrak semua tembok-tembok yang selama ini menghalangi kita untuk bersatu. Perbedaan bukan menjadi penghalang bagi sebuah kesatuan, sebaliknya perbedaan akan memperkaya sebuah tim.
Bangunlah hubungan dengan seseorang yang memiliki kehidupan yang sangat bertolak belakang dengan Anda

0 komentar :

Posting Komentar