21 Maret, 2013



Bacaan: Pengkhotbah 4:9-12

Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!- Roma 12:15



Cerita unik ini terjadi di Seattle, Washington, tentang sembilan orang pelari 400 meter yang siap berjuang dan berusaha keras untuk menjadi yang tercepat. Ketika pistol ditembakkan ke udara, mereka langsung lari secepat mungkin untuk menjadi juara. Tapi tak berapa lama kemudian, salah satu dari mereka terjatuh. Mencoba bangkit lagi namun terjatuh juga. Dengan cepat ia berusaha bangkit untuk mengejar ketertinggalan, tapi apa daya, kakinya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.
Usaha pelari yang jatuh bangun terus tadi ternyata membuat perhatian penonton justru tertuju padanya. Ini membuat para pelari juga menengok ke belakang untuk melihat apa yang terjadi. Dan ketika melihat salah seorang pelari jatuh tanpa bisa bangun seperti itu, maka para pelari itu mulai memperlambat larinya dan satu demi satu kemudian berhenti, berbalik dan mendatangi si pelari yang jatuh itu. Mereka membangunkannya, menopangnya dan berjalan bersama-sama untuk menyelesaikan pertandingan! Sungguh, sebuah kejadian yang langka. Dalam sebuah pertandingan untuk mengukir nama individu, para pelari telah membuat diri mereka mengukir nama tim.
Salah satu kualitas yang harus dimiliki oleh setiap anggota tim adalah solidaritas dan ketergantungan antara satu dengan yang lain. Tanpa solidaritas, sebuah tim tak akan berjalan efektif, bahkan dengan mudahnya tim itu terpecah belah. Solidaritaslah yang membuat satu tim bisa tertawa bersama-sama, atau bahkan bisa menangis bersama. Solidaritas membuat mereka yang sedang jatuh tak lagi tergeletak, sebab ada tangan-tangan yang akan menopang. Solidaritas membuat mereka yang sedih tak merasakan kesedihan itu seorang diri, sebab selalu tersedia bahu tempat untuk bersandar, menangis dan berbagi hidup. Solidaritas akan membuat yang lemah dikuatkan.
Kita seharusnya memiliki solidaritas yang tinggi dalam sebuah tim. Baik itu tim di tempat kerja, tim di rumah dan keluarga, tim dalam komunitas masyrakat, terlebih lagi tim di dalam sebuah pelayanan. Hanya dengan cara seperti inilah keutuhan sebuah tim akan terus terjaga, semua yang sedang dikerjakan tim menjadi efektif dan tujuan yang ditetapkan pun akan lebih mudah tercapai. Tanpa solidaritas, sebuah tim bukanlah tim. Ingat itu!
Pergilah ke salah satu anggota tim Anda yang sedang berada dalam masalah. Tawarkan bantuan kepadanya pada hari ini juga

0 komentar :

Posting Komentar