22 April, 2013



Bacaan: I Samuel 16:1-13

Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati.- I Samuel 16:7


Beberapa tahun terjun dalam dunia literatur membuat saya tahu bahwa ada satu hukum lagi yang perlu kita perhatikan untuk membuat sebuah buku memiliki nilai jual, cover! Meski ada pepatah berkata, “Don't judge a book by it's cover.” (Jangan menilai buku dari sampulnya) pada kenyataannya banyak orang memilih dan membeli buku karena sampulnya. Saat saya memproduksi buku dengan sampul yang biasa-biasa, maka angka penjualan juga biasa-biasa saja, tapi di saat sampul buku itu sangat menarik, maka angka penjualan juga menjadi sangat fantastis!
Penampilan perlente memang menarik, dengan kemeja yang disetrika begitu licin tanpa kerut, rambut kelimis, handphone tercanggih di pinggang, bolpoint montblanc di saku, apalagi gayanya begitu bossy dan meyakinkan. Padahal sebenarnya ia tak lebih dari seorang penipu picisan yang menipu sana sini dengan penampilannya. Orang Kristen yang sangat rohani! Tutur katanya begitu halus dan sopan. Bahasanya begitu rohani, sampai-sampai di setiap kalimat selalu terselip kata halleluya atau puji Tuhan! Bukan kutipan-kutipan karya Shakespeare atau Khalil Gibran yang diucapkan, melainkan kutipan-kutipan Alkitab. Senyum tipis yang selalu tersungging semakin membuat kita mempercayai kalau orang ini tentu sangat rohani. Namun siapa sangka ia menjadi monster yang begitu mengerikan ketika berada di rumah!
Bagaimanapun juga “melihat penampilan luar” merupakan sifat alami manusia yang tidak bisa dihilangkan begitu saja. Itu sebabnya begitu banyak orang akhirnya tertipu dan merasa dipecundangi oleh penampilan-penampilan luar. Bukankah nabi Samuel juga pernah tertipu dengan penampilan kakak-kakak Daud yang mempesona, sehingga ia berpikir tentu merekalah yang akan dipilih Tuhan? Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati!
Apa inti renungan pada hari ini? Pertama, suatu kali kelak kita akan kecewa atau bahkan malu jika kita menilai seseorang dari penampilan luarnya. Kedua, sehebat atau serapi apapun manusia menutupi keadaan yang sebenarnya, Tuhan tetap saja mampu menyelidiki dan melihat apa yang tersembunyi, bukankah Alkitab berkata bahwa semua manusia terlihat telanjang di hadapanNya? Ketiga, apa yang di dalam lebih penting daripada apa yang kelihatan dari luar.

Kita tidak akan pernah dapat menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya saja.

0 komentar :

Posting Komentar