12 April, 2013



Bacaan: Kolose 3:12-17

Kenakanlah kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.- Kolose 3:14


Bukankah pernikahan membuat kita kadang-kadang frustasi dengan pasangan hidup kita? Saat kita masih pacaran, semuanya tampak indah dan masing-masing punya pengertian yang mendalam. Namun saat dua menjadi satu, semuanya menjadi berubah 180 derajat dan sebuah hubungan terasa sangat sulit untuk dijalani. Adakah yang salah dengan diri kita atau pasangan hidup kita?
Untuk menjelaskan hal ini, saya akan mengutip apa yang ditulis Charles Shedd dalam buku Letters to Phillip. Shedd menceritakan tentang dua sungai yang mengalir dengan tenang dan damai, sampai keduanya bertemu. Ketika hal itu terjadi, kedua sungai itu saling membentur. Ketenangan dan kedamaian berlalu, sekarang hanya ada pergolakan yang sengit! Namun telusurilah lagi sungai hasil perpaduan dua sungai kecil itu. Sungai itu perlahan menjadi tenang kembali. Bahkan hal yang mencengangkan terjadi, perpaduan dua sungai kecil itu membentuk sungai yang lebih besar, lebih luas dan lebih kuat alirannya.
Pernikahan, termasuk pernikahan Kristen juga tak lepas dari konflik. Pernikahan memang seringkali seperti dua aliran sungai kecil yang menyatu. Ketika dua pribadi, dua latar belakang, dua prinsip, dan dua makhluk yang berbeda bertemu menjadi satu, maka benturan dan pergolakan pun kadangkala sulit dihindari. Dua pribadi yang saling menyerang. Ide-ide bersaing untuk mendapat kuasa. Kebiasaan-kebiasaan berlomba untuk mendapat posisi. Terkadang kitapun bertanya-tanya dimanakah perginya kasih yang selama ini menjadi pengikat. Tetapi seiring dengan pergolakan dan proses menjadi satu itu, muncul juga hubungan suami istri yang makin dalam dan makin kuat!
Jika kita merasa bahwa hubungan kita dalam pernikahan berada pada titik kritis, perlu kita menyadari bahwa yang namanya pergolakan dalam proses “menjadi satu” itu tidak bisa kita hindari. Yang bisa kita buat adalah membiarkan kasih tetap menjadi pengikat hubungan kita dan mengijinkan Yesus memimpin dan menolong kita melewati masa-masa pergolakan itu. Bertahanlah dalam proses menjadi satu itu lalu kita akan segera tercengang saat kita menyadari bahwa hubungan kita menjadi lebih indah, lebih dalam dan tentu saja lebih kuat arusnya! Ini lebih baik daripada kita menjadi sungai kecil yang mengalir sendiri.
Pernikahan tak ubahnya seperti dua sungai yang bertemu dan bergolak,namun akhirnya membentuk aliran yang kuat.

0 komentar :

Posting Komentar