24 April, 2013



Bacaan: II Samuel 11:1-27

Tetapi hal yang dilakukan Daud itu adalah jahat di mata Tuhan.- II Samuel 11:27


Menarik mendengar apa yang diceritakan oleh James Farmer tentang seorang wanita kaya yang memutuskan untuk menulis silsilah keluarganya. Wanita ini menyewa seorang penulis terkenal untuk mempelajari semua silsilah keluarganya. Beberapa waktu kemudian, penulis ini mendapati bahwa salah seorang nenek moyang wanita ini mati karena eksekusi di kursi listrik di Sing Sing. Ketika ia mengatakan bahwa fakta ini harus masuk ke dalam buku, wanita itu meminta agar keadaan yang sebenarnya disembunyikan. Ketika buku itu terbit, maka tertulis kalimat yang cukup menggelikan : “Salah seorang nenek moyangnya memakai kursi listrik di salah satu institusi terkenal di Amerika. Ia sangat terikat pada posisi duduknya dan meninggal dalam pekerjaannya.”
Sangat beda dengan Alkitab! Saya kagum dengan Alkitab karena buku ini mengungkapkan cerita yang apa adanya dan sama sekali tidak ditutup-tutupi. Alkitab menulis bahwa tidak ada orang yang lemah lembut di bumi ini selain Musa, tetapi Alkitab juga menulis bahwa Musa gagal masuk ke tanah perjanjian karena ia dikuasai amarah. Alkitab memuji kepahlawanan Daud tetapi Alkitab juga tidak menyembunyikan skandal yang dibuat Daud. Alkitab menulis tentang cerita Salomo sebagai orang yang berhikmat, sebelum dan sesudah Salomo tak seorangpun yang bisa menyaingi hikmatnya. Namun Alkitab juga menulis bahwa akhir hidup Salomo diwarnai dengan kebodohan demi kebodohan yang dibuatnya bersama perempuan-perempuan kafir. Saya bersyukur bahwa Alkitab tidak seperti buku yang diceritakan oleh James Farmer itu. Saat mencatat silsilah Yesus Kristus di dalam Matius 1, Alkitab sama sekali tidak menutup-nutupi kalau salah seorang nenek moyang Yesus adalah Rahab, perempuan sundal yang sudah diubahkan!
Alkitab adalah buku yang apa adanya. Semua kisah yang dicatat di sana akan menjadi cermin dan pelajaran yang berharga bagi kita semua. Melihat kegagalan Musa, Daud, Salomo, Abraham atau bahkan beberapa tokoh besar yang lain membuktikan kejujuran Alkitab dalam mengajar kita. Tak ada manipulasi. Tidak ada yang disembunyikan untuk menutupi fakta yang sebenarnya. Begitu transparan dan dapat dilihat. Kejujuran itu justru membuat banyak orang Kristen belajar dari kegagalan-kegagalan “orang-orang besar” yang diceritakan Alkitab. Tak berlebihan kalau saya mengatakan bahwa tidak ada buku sehebat Alkitab!

Tidak ada buku yang sejujur Alkitab!

0 komentar :

Posting Komentar