16 April, 2013



Bacaan:

-



Julia sewot gara-gara managernya mengeluarkan peraturan-peraturan baru dalam kantor. Mulai dari aturan pemakaian fasilitas telepon, peraturan dinas keluar kantor sampai ketentuan soal absensi dsb. Julia ngerasa diperketatnya aturan itu bikin pekerjaannya enggak fun. “Gue jadi ngerasa enggak nyaman di kantor. Pokoknya gue enggak setuju dengan adanya peraturan macam-macam itu.” Julia mengomel tiada henti sejak dikeluarkannya peraturan-peraturan baru itu.
Apa pasalnya Julia jadi uring-uringan? Kenapa dia merasa takut dan terancam dengan adanya aneka aturan baru itu? Jawabnya simple aja, karena doilah yang paling sering melakukan pelanggaran dalam hal-hal yang disebutkan di peraturan baru itu. Julialah yang paling sering absen telat, bahkan nitip absensi ke temen-temen yang bisa datang pagi. Doi juga suka memakai fasilitas kantor untuk keperluan pribadi yang sama sekali enggak mendesak. Pakai telepon buat pacaran, dan “sekalian” shopping saat jam kerja di luar kantor.
Adam dan Hawa juga pernah mengalami hal yang sama kok. Sehabis mereka jatuh dalam dosa, mereka berdua merasa takut dan bersembunyi dari Allah. Ketakutan yang timbul dalam hati mereka bukannya tanpa sebab. Mereka merasa takut karena mereka tahu dirinya telah berbuat salah. Seringkali kita merasa takut ini dan itu, parno terhadap hal-hal tertentu juga karena ada kesalahan yang kita sembunyikan. Bersembunyi agar dapat lari dari tanggung jawab bukanlah tindakan yang positif. Hanya satu cara yang bisa kita lakukan ketika tekanan rasa takut itu mulai muncul, yaitu bereskan masalah itu segera! Kalau memang kita telah melakukan kesalahan, admit it dan belajarlah untuk mempertanggung-jawabkannya. Enggak perlu melarikan diri dari tanggung jawab atau malah menyalahkan orang lain. Remember, tersedia pengampunan bagi kita yang dengan rendah hati mau bertobat.

0 komentar :

Posting Komentar