06 April, 2013



Bacaan: Mazmur 66:1-20

Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatanNya ... - Mazmur 66:5


Selama tiga dekade Abee hanya melihat kegelapan. Ia tidak pernah melihat indahnya pelangi seperti yang diceritakan banyak orang. Ia tidak pernah melihat kerlip bintang pada waktu malam yang selalu menjadi inspirasi bagi seorang penyair untuk menuliskan keindahan. Bunga yang warna-warnipun hanya menjadi “kata orang”, ia tidak pernah melihatnya sendiri. Begitu menyedihkan orang yang buta sejak lahir.
Namun sekarang kita akan segera melihat senyumannya. Dokter bedah mata sudah mengoperasi matanya dan ia segera melihat apa yang selama ini diceritakan banyak orang kepadanya. Rasa takjub yang tak pernah henti! Ternyata indahnya pelangi, bunga yang berwarna-warni atau kemilau bintang di malam hari jauh lebih indah dari apa yang diceritakan banyak orang. Rasanya tak pernah bosan untuk melihat dan mengagumi apa yang dilihatnya.
Berbeda dengan reaksi yang kita tunjukkan saat melihat keindahan alam. Bagi kita indahnya pelangi atau indahnya bunga di taman menjadi begitu biasa bahkan kita sudah tidak memiliki rasa takjub lagi akan semuanya itu. Mengapa? Karena bagi kita semuanya itu sudah menjadi begitu biasa. Bukankah benar pernyataan ini? Jika sesuatu sudah menjadi biasa, hal itu akan menurunkan tingkat kekaguman kita kepadanya.
Hubungan kita dengan Tuhan juga kurang lebih seperti itu. Seandainya kita menganggap Tuhan sudah menjadi begitu biasa, kedatanganNya biasa, penderitaanNya biasa, pengorbananNya biasa bahkan kemuliaanNya biasa, maka tingkat kekaguman kita akan semakin menurun. Jangan buat anugerah Tuhan dan semua yang Tuhan buat dalam kehidupan kita menjadi biasa. Jika kita melakukan hal itu, percayalah, hati kita akan selalu takjub dengan apa yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Hal-hal sederhana yang tiap saat kita alami akan menimbulkan rasa takjub yang begitu mendalam seandainya kita melihat semuanya itu sebagai wujud kasih sayang Tuhan kepada kita. Mulut kita tak pernah berhenti untuk mengucap syukur atas kasih setia dan kebaikanNya. Itu sebabnya biarlah kita mau punya sikap seolah-olah kita ini seorang Abee yang melihat keindahan untuk pertama kalinya, rasa takjub yang tak pernah hilang...

Jika sesuatu sudah menjadi biasa, maka itu akan menurunkan tingkat kekaguman kita terhadapnya.

0 komentar :

Posting Komentar