07 April, 2013



Bacaan: Yohanes 15:1-8

Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.- Yohanes 15:5


Sebuah grand piano tak lebih dari barang usang yang berada di sudut ruangan, namun ditangan Bethoven, piano mengeluarkan symphoni yang luar biasa. Bagi kita bola basket mungkin tak ada bedanya dengan bola biasa yang punya daya pantul, tapi di tangan Michael Jordan bola itu kelihatan hidup dan mencengangkan! Siapa peduli dengan pena sederhana, namun di tangan William Shakespeare pena sederhana itu menghasilkan karya yang begitu mahal. Kuas tak bermerkpun akan menjadi hebat di tangan Leonardo da Vinci. Tongkat itu tidak ada istimewanya sama sekali, namun ditangan Musa tongkat itu menyatakan kemuliaan Allah dan mujijatNya!
Sekali lagi bukan karena bendanya, tetapi karena si empunya benda! Alangkah naif kalau benda itu menyombongkan kehebatannya sendiri dan merasa dirinyalah yang mampu melakukan semuanya itu. Sayangnya hal seperti ini seringkali terjadi dalam kehidupan kita. Bukankah seringkali kita berkata bahwa oleh karena tangan kitalah, oleh karena kekuatan kitalah, oleh karena pengalaman kitalah atau oleh karena kekayaan kitalah maka semuanya itu ada? Itu seperti sebuah pena yang merasa lebih hebat dari sang penulis. Itu seperti sebuah kuas yang merasa lebih hebat daripada sang seniman!
Jika kita bisa hidup berkelimpahan, marilah kita menyadari bahwa itu karena berkat Tuhan. Jika kita bisa sehat, itu bukan karena kita gila olahraga, itu karena Tuhan yang menjaga kita. Jika kita bisa semakin populer dan terkenal, tak lain dan tak bukan karena Tuhan yang mulai mengangkat dan mempromosikan kita. Jika kita bisa melakukan ini itu, semuanya karena anugerahNya. Bukan karena kita, tetapi karena Tuhan yang ada di dalam kita!
Semoga renungan pada hari ini cukup menunjukkan seperti apa keberadaan kita di hadapan Tuhan. Tanpa Tuhan, diri kita tak lebih dari seonggok daging yang sedang berjalan dalam maut dan kebinasaan, namun oleh karena kasih karunia Allah kita mendapat belas kasihan dan kehidupan kekal. Jauhkanlah diri dari segala bentuk kesombongan, sebaliknya marilah kita menyadari hal sekecil apapun yang bisa kita buat, itu sebagai pekerjaan tangan Allah.
Sebagaimana sebuah kuas di tangan seorang maestro, demikian juga hidup kita di tangan Tuhan

0 komentar :

Posting Komentar