13 Mei, 2013



Bacaan: Roma 5:1-11

....karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan ...- Roma 5:3



Saya tersenyum geli ketika membaca kisah yang saya baca di internet. Saya acungi jempol untuk ketekunan Shulamit Dohzin, warga Jerusalem yang berjuang keras untuk mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM). Nenek berusia 80 tahun ini berhasil mendapatkan SIM setelah mencobanya sampai 34 kali, mengambil lebih dari 600 jam pelajaran mengemudi, mengeluarkan biaya 24.000 dolar AS atau setara dengan 228 juta rupiah dan mencoba mendapatkan SIM tersebut selama 32 tahun atau setara dengan pemerintahan Orde Baru!

Lepas dari tindakan nenek tersebut yang sangat konyol karena memboroskan waktu, uang dan tenaga yang tak sedikit demi sebuah kartu, saya justru salut dengan ketekunannya. Alangkah mudahnya bagi nenek tersebut untuk menyerah ketika usahanya yang pertama untuk mendapatkan SIM mengalami kegagalan, namun yang terjadi justru sebaliknya, kegagalan demi kegagalan tak mampu menyurutkan semangat dan ketekunannya.
Ngomong-ngomong soal ketekunan, apakah di dalam mengikut Yesus kita juga termasuk orang Kristen yang tekun? Banyak orang Kristen bercerita dengan bangganya bahwa ia sudah menjadi orang Kristen selama puluhan tahun, tapi sayang itu dulu. Beberapa orang lagi dengan bangganya menceritakan bagaimana ia melayani Tuhan dengan luar biasa, tapi sayang cerita itu diakhiri dengan kalimat, “tapi itu dulu”. Artinya, dulu setia, dulu taat, dulu menjadi orang Kristen yang sungguh-sungguh, tapi sekarang sudah tidak lagi.
Tanpa disertai dengan ketekunan, maka kekristenan kita sia-sia belaka. Tentu kita tahu bahwa yang selalu dilihat Tuhan adalah bagaimana akhir hidup kita dan bukan bagaimana kita mengawali kekristenan kita. Bisa jadi kita mengawali kekristenan dengan start yang sangat baik, tapi jika saat ini kita sudah mulai kendor, mundur bahkan telah sekian lama meninggalkan Tuhan atau dengan kata lain kita tidak tekun, maka kekristenan kita juga sia-sia belaka. Memang untuk memiliki ketekunan bukan hal yang mudah. Ada kalanya kita mengalami kegagalan, doa kita tidak dijawab, masalah yang tak kunjung selesai, bahkan rasanya Tuhan sangat jauh dari kita. Justru saat-saat itulah merupakan ujian bagi iman kita, sejauh mana kita memiliki ketekunan dalam mengikut Kristus.

Lakukan kembali hal-hal apa yang dulu kita lakukan dengan setia dalam mengikut Tuhan.

0 komentar :

Posting Komentar