29 Mei, 2013


Bacaan: Yohanes 13:1-20

.... dan mulai membasuh kaki murid-muridNya, lalu menyekanya dengan kain ... - Yohanes 13:5



Di antara banyak tugas yang dituntut tanggung jawab dan kredibilitas tinggi, petugas pemadam kebakaran adalah salah satu di antaranya. Demi sebuah tugas, mereka kadangkala harus mempertaruhkan nyawa. Namun petugas pemadam kebakaran di Hamburg, Jerman, beberapa waktu yang lalu dibuat repot oleh salah satu warga setempat bernama Elfrida Schuster. Wanita berusia 21 tahun ini menelpon unit pemadam kebakaran setempat untuk menolong tikus peliharaannya yang terjepit di dalam kandangnya. Walaupun hal ini aneh dan baru pertama kali mendapat panggilan dengan tugas remeh seperti itu, para petugas pemadam kebakaran ini mau menolong tikus yang sedang bermasalah tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Sesungguhnya kita masing-masing memiliki sikap yang berbeda dalam melihat suatu masalah. Seandainya kita yang jadi petugas pemadam kebakaran di Hamburg, mungkin kita akan mentertawakan polah wanita muda yang panik saat melihat tikus kesayangannya terjepit. Kita menganggap hal ini bukan masalah besar, sebaliknya hal sepele yang tak perlu dilakukan oleh petugas kebakaran yang biasanya menjadi hero pada saat ada kebakaran. Bagaimana mungkin petugas kebakaran dipanggil untuk masalah yang remeh? Meski demikian, ada pesan moral yang sangat bagus dari kisah nyata tersebut, tanggung jawab dan kredibilitas tinggi dalam melakukan tugas sekecil apapun juga.
Dalam dunia pelayanan, hal yang seperti ini menjadi cukup langka. Harga diri dan gengsi seringkali mewarnai para pelayan Tuhan. Untuk tugas-tugas penting yang melibatkan orang banyak atau untuk melakukan hal-hal besar, kita akan dengan mudah mengiyakan, bahkan dengan semangat tinggi berniat menjadi bintang dalam pelayanan yang kita lakukan. Namun giliran mendapat tugas pelayanan yang remeh, dengan banyak alasan kita mencoba untuk menghindarinya, bahkan tak jarang kita menjadi tersinggung dengan hal-hal remeh yang ditugaskan kepada kita.
Seharusnya kita belajar dari Tuhan Yesus tentang kerendahan hati. Ia yang adalah Tuhan mau melakukan pelayanan sekecil apapun juga, termasuk membasuh kaki murid-muridNya dan mengambil rupa sebagai seorang hamba. Tangan yang pernah meletakkan matahari dan bintang, sekarang harus kotor karena membasuh kaki yang berdebu. Melakukan yang terbaik meski untuk hal kecil sekalipun.
Lakukan hal-hal kecil yang biasanya dihindari orang, untuk melatih kerendahan hati kita.

0 komentar :

Posting Komentar