24 Mei, 2013




Bacaan: I Petrus 5:8-11

si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa ... dan mencari orang yang dapat ditelannya.- I Petrus 5:8



Dalam sebuah peperangan kemenangan tak selalu ditentukan oleh otot. Tak juga ditentukan oleh seberapa banyak ia memiliki kekuatan dan perlengkapan senjata. Kemenangan dalam perang justru lebih banyak ditentukan oleh cerdiknya strategi. Perang adalah bagaimana mengenal strategi musuh dan bagaimana cara kita menghadapi strategi musuh itu. Dalam peperangan rohani, hal yang sama juga berlaku. Penting sekali kita mengenal strategi iblis untuk menjatuhkan iman kita. Paling tidak ada tiga strategi iblis yang perlu kita waspadai, di samping kebohongan yang sudah kita pelajari kemarin.
Pertama, intimidasi. Begitu banyak anak Tuhan jatuh bangun dalam dosa yang sama karena serangan intimidasi dari iblis. Merasa bahwa dirinya tak mungkin bisa lepas dari dosa yang selama ini membelenggunya. Merasa diri tak layak lagi di hadapan Tuhan. Merasa bahwa Tuhan tak akan mengampuninya lagi. Sungguh mengherankan, Tuhan mau mengampuni kesalahannya namun sayang ia justru tidak bisa mengampuni dirinya sendiri. Ini terjadi akibat intimidasi yang dilancarkan terus menerus oleh iblis.
Kedua, iblis selalu menawarkan dosa yang sedemikian memikat. Tak ada dosa yang tidak enak. Semua dosa begitu nikmat, kalau tidak demikian bagaimana mungkin para hedonis (orang yang terobsesi dengan kenikmatan dunia) keranjingan puaskan kedagingannya? Iblis selalu berkata drugs itu akan membuat kita melayang. Majalah Playboy itu menggairahkan. Free sex itu pengalaman seksual yang selalu baru. Dosa itu enak, seperti racun yang disalut gula yang manis!
Ketiga, iblis akan menyerang titik lemah kita. Iblis tak akan pernah menembak tanpa sasaran. Demikian juga ia tak akan memukul kita tanpa arah. Sebaliknya, ia mempelajari lebih dulu dimana titik lemah kita, baru kemudian ia akan menyerang titik lemah kita. Jadi waspada dan berhati-hatilah dengan titik lemah kita. Perlu belajar dari Yudas seandainya titik lemah kita adalah uang. Bertanya kepada Daud kalau titik lemah kita adalah wanita atau seks. Bertanya kepada Ananias dan Safira kalau titik lemah kita adalah gila hormat. Bertanya kepada Kain kalau titik lemah kita adalah amarah yang tak terkendali. Berjaga-jagalah dan jangan berikan kesempatan kepada iblis untuk menyerang kita.
Koreksi apa faktor yang membuat kita jatuh bangun terus di dalam dosa yang sama, mintalah
kekuatan kepada Tuhan agar kita menjadi orang yang berkemenangan.

0 komentar :

Posting Komentar