02 Mei, 2013



Bacaan: Mazmur 119:1-8

Berbahagialah orang yang memegang peringatan-peringatanNya ... - Mazmur 119:2


Tit...tit...tit..., terdengar suara melengking namun cukup memekakkan telinga kita. Seiring dengan terdengarnya suara itu, kita melihat lampu alarm di dashboard mobil kita mulai menyala memberi peringatan. Merasa terganggu dengan suara itu, kita kemudian mencabut kabel-kabel alarm itu dan suara itupun berhenti. Mobil kita bisa melaju lebih kencang lagi tanpa harus diganggu dengan alarm itu. Tak lama kemudian alarm di dashboard mulai nyala lagi, kali ini indikator oli yang nyala. Bukannya menambah oli tetapi kita justru merasa terganggu dan marah-marah terhadap lampu yang berkedip-kedip itu. Kita terus saja melanjutkan perjalanan tanpa menyadari bahwa mesin mobil kita mulai beradu dan itu berarti kita siap-siap membawa mobil kita ke bengkel karena mengabaikan alarm itu!
Alarm mobil bukan diciptakan untuk menganggu kita, bukan juga untuk meminta perhatian kita. Meski seringkali kita kesal dengan suara alarm yang melengking dan mengagetkan, sebenarnya alarm itu dipasang untuk menjadi sinyal peringatan bagi kita. Memberi peringatan bahwa kita sudah melarikan mobil dengan begitu kencang, memberi peringatan bahwa ada beberapa hal yang perlu kita cek dan perlu kita perhatikan! Ingat, alarm bukan musuh, ia sahabat!
Tak jauh beda dengan alarm itu, kadangkala kita juga merasa kesal dengan peringatan-peringatan yang tertulis di dalam Alkitab. Kita merasa bahwa hidup kita tak lagi bebas. Ini tidak boleh dan yang itu dilarang. Sedikit saja kita berniat berbuat dosa, alarm di dalam nurani kita mulai mengeluarkan suara melengking dan berkedip-kedip. Roh Kudus selalu memberi peringatan awal di saat kita tergoda untuk melakukan dosa. Namun yang seringkali terjadi adalah kita mengabaikan peringatan itu dan lebih suka melanggarnya!
Mengabaikan peringatan Tuhan selalu akan berakibat kehancuran. Mengabaikan alarm yang berkedip membuat kita tak sadar kalau kehidupan kita sedang melaju kencang menuju jurang kebinasaan. Peringatan ilahi dicipta bukan untuk mengganggu kita, tetapi untuk menyelamatkan kita. Kita bebas mempergunakan dan memperlakukannya. Menulikan telinga dan menganggap bahwa seolah-olah tidak ada bahaya, atau kita mulai mengkoreksi dan memperhatikan apakah ada yang salah dalam kehidupan kita sehingga ada sinyal yang menyala?
Hukum Tuhan tidak pernah dibuat untuk membatasi, melainkan untuk menjaga dan menyelamatkan kita.

0 komentar :

Posting Komentar