21 Mei, 2013



Bacaan: Mazmur 127:1-2; Matius 6:33

Sebab Ia memberikannya kepada yang dicintaiNya pada waktu tidur.- Mazmur 127:2



Tak perlu alergi dengan uang. Uang tidak jahat. Uang bukan untuk dijauhi, uang hanya perlu diwaspadai. Berjaga-jaga supaya uang tidak mengendalikan dan tidak mengatur kita, melainkan kitalah yang tetap memegang kendali atas uang. Sayangnya banyak dari antara kita gagal dalam hal ini. Tanpa kita sadari, uang telah menjadi Tuhan dalam hidup kita.
Uang telah menyihir kehidupan kita, bahkan mempengaruhi seluruh eksistensi kita. Uanglah yang membuat kita bersukacita atau bersedih. Uanglah yang membuat kita merasa aman atau kuatir. Uanglah yang membuat kita mengorbankan integritas dan mau melakukan perbuatan dosa yang paling memalukan sekalipun. Uanglah yang membuat kita lupa segala-galanya, lupa terhadap diri sendiri, keluarga, bahkan lupa kepada Sang Pencipta. Bukankah ini cukup memberi gambaran bahwa uang telah menggantikan posisi Allah dalam kehidupan kita? Sungguh keadaan yang menyedihkan.
Bukan bermaksud menyindir hamba-hamba Tuhan yang terhormat, namun bukankah uang kadangkala telah mempengaruhi pelayanan kita? Sejujurnya bukankah kita kadangkala mengkalkulasi lebih dulu berapa banyak amplop yang akan kita dapatkan dari sebuah pelayanan? Seandainya tradisi menyelipkan amplop sebagai ucapan terima kasih itu dihilangkan, masihkah kita melayani di sana sini? Ataukah kita akan banting setir dan alih profesi?
Jika kita terobsesi dengan uang, maka uang akan memperbudak kita. Namun jika kita terobsesi dengan Kristus, maka uanglah yang akan melayani kita. Mengutip kata-kata Robert T. Kiyosaki yang sangat terkenal, uanglah yang akan bekerja untuk kita. Demikian juga ribuan tahun yang lalu pemazmur menulis kalimat yang lebih bijak lagi. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah - sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. Dalam keadaan tidur sekalipun, uang terus melayani dan bekerja untuk kita. Bukankah ini sangat luar biasa? Bukan berarti saya menganjurkan untuk bermalasan-malasan, kita tetap harus bekerja keras, hanya kalau Tuhan menjadi yang terutama, kita akan dilimpahi berkatNya, termasuk pada saat kita istirahat sekalipun.
Tempelkan kata-kata ini “Layanilah Tuhan, maka uang akan akan melayani kita dan bekerja untuk kita.”

0 komentar :

Posting Komentar