14 Juni, 2013



Bacaan: II Korintus 12:7-10

Bagi Dialah yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan.- Efesus 3:20



Situasi menjadi lebih parah setelah kita berdoa. Benang kusut dalam masalah kita semakin ruwet setelah kita selesai mengatakan amin dan membuka mata. Yah, kita berdoa namun situasinya justru semakin memburuk. Bukankah hal yang seperti ini seringkali kita alami? Doa kita tak berhasil, demikian pikiran kita berkata.
Kita berdoa agar Tuhan menyelesaikan masalah kita, tapi masalah itu tetap ada.
Kita berdoa namun tetap saja kita terbelit hutang yang banyak.
Kita berdoa dan orang yang kita kasihi tetap meninggal.
Kita berdoa dan yang sakit tetap sakit. Tak ada sesuatu yang terjadi.
Kita berdoa dan kita menerima surat PHK.
Kita berdoa dan rahim kita tetap saja tertutup.
Kita jadi ragu dengan kuasa doa. Kita jadi ragu dengan janji-janji Tuhan. Bahkan kita mempertanyakan keberadaan Tuhan. Kita mempertanyakan sifat Tuhan yang penuh kasih setia, penuh keadilan dan yang selalu memelihara umatNya sebab keadaan menjadi sangat bertolak belakang dengan apa yang kita doakan selama ini.
Doa tak selalu terjawab. Ini yang dialami oleh Paulus. Ia berdoa supaya dilepaskan dari duri dalam dagingnya. Tiga kali ia berseru. Ia berdoa dengan penuh harap kepada Tuhan yang dilayani dengan taruhan nyawanya. Tapi doanya tetap saja tak berhasil, bahkan Tuhan berkata, "Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna."
Doa bukanlah pemulihan instan. Doa bukan penyelesaian kilat atas setiap masalah yang kita hadapi. Doa bukan garansi untuk menerima apa yang kita minta. Lebih daripada itu, doa adalah menyelaraskan kehidupan kita kepada kehendak Tuhan. Doa adalah mempercayai bahwa Tuhan tahu yang terbaik bagi kehidupan kita. Benar kata orang skeptis bahwa doa tak selalu berhasil, tapi ingat bahwa "doa yang tak berhasil" ini justru akan membawa kebaikan pada diri kita pada akhirnya. Jadi ketika doa kita belum dijawab, seharusnya bukan keluhan atau persungutan yang keluar dari mulut kita. Sebaliknya mempercayai bahwa Tuhan punya maksud dan rencana yang luar biasa. Lebih dari apa yang selama ini kita pikirkan dan kita doakan!

0 komentar :

Posting Komentar