16 Juni, 2013



Bacaan: Mazmur 62:6-9

Percayalah kepadaNya setiap waktu, hai umat.- Mazmur 62:9



Bagi kita air memang penting dan vital, namun cara kita menghargai air akan sangat berbeda seandainya saja kita berada di padang gurun yang tandus dan tak ada yang tersisa air untuk membasahi tenggorokan kita yang kering. Bagi manusia waktu memang sangat berarti dan berharga, namun cara seseorang menghargai waktu akan sangat berbeda di saat ia menerima vonis mati dari hakim yang mana eksekusinya akan dilakukan keesokan harinya. Setiap detik yang berjalan terlihat begitu berharga!
Semuanya juga tahu bahwa kesehatan bagi kita sangat berharga, namun cara kita menghargai kesehatan akan sangat berbeda setelah kita terbaring di rumah sakit. Uang receh tak pernah kita hitung, tapi jika kita sama sekali tidak punya uang, maka kita juga tidak segan mengkorek-korek uang yang ada di bawah tempat tidur. Uang receh yang semula tidak berarti menjadi sangat penting di saat kita benar-benar membutuhkan.
Ini sifat manusia yang ada pada diri kita semua. Saat merenungkan semua hal itu, saya jadi berpikir apakah tingkat penghargaan kita kepada Tuhan juga seperti itu? Kita menghargai Tuhan hanya di saat genting dan krisis saja, namun jika semuanya sudah berjalan dengan lancar maka kita menganggap Tuhan menjadi begitu biasa bahkan kita telah melupakannya. Bagi kita, kadangkala Tuhan menjadi hebat di saat-saat tertentu saja. Saat tersisa lembar terakhir dalam dompet kita. Saat tersisa sedikit beras di kaleng roti kita. Saat selang dan infus berseliweran di dekat kita. Saat bahtera rumah tangga kita mulai karam. Saat kita mendapat sebuah surat dengan tulisan pendek, PHK!
Di saat-saat kritis seperti itulah Tuhan baru terlihat begitu berarti. Kita memohon dan meminta pertolongan Tuhan. Saat Tuhan menolong, kita segera mempercayai kehebatan dan kedahsyatan Tuhan. Lalu bagaimana seandainya ritme hidup kita menjadi normal kembali? Bagaimana seandainya deposito kita makin menumpuk, tubuh kita tak pernah sakit-sakitan, keluarga kita baik-baik saja dan semua kebutuhan kita tercukupi? Apakah Tuhan masih menjadi berarti dan tetap hebat dalam hidup kita? Atau kehebatan Tuhan hanya pada saat-saat genting saja? Mungkin kita perlu dengan sejenak merenungkan hal ini.

0 komentar :

Posting Komentar