06 Juni, 2013



Bacaan: Efesus 6:4; Kolose 3:21

Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu supaya jangan tawar hatinya.- Kolose 3:21



Semua orang juga tahu siapa Norman Vincent Peale, seorang pencetus positive thinking. Buku-bukunya seperti The Power Positive Thinking, Anda Bisa Jika Anda Pikir Anda Bisa selalu bertengger dalam deret buku best seller. Ia seorang penulis terkenal, pembicara yang populer dan masih banyak lagi kegiatan yang menyita waktu. Kalau boleh dikata, dia adalah seorang manusia yang super sibuk. Meski demikian saya terkesan dengan sepenggal kisah yang menceritakan betapa pedulinya Peale dengan keluarganya. Di tengah-tengah kesibukannya yang rasanya tak boleh diganggu sedikitpun ia selalu mempunyai waktu untuk mendengarkan anak-anaknya meski hanya sekedar mendengar cerita ringan ataupun keluhan.
Sayangnya tak semua orang tua punya sikap seperti Peale yang selalu memberi waktu dan perhatian bagi anak-anaknya. Begitu banyak alasan. Tentu saja alasan yang paling utama adalah kesibukannya. Di samping itu masih ada sederet alasan lain seperti capek, baru tidak mood, sedang ada masalah, waktunya tak pas, dll. Meski hanya menyediakan telinga untuk mendengar, kadangkala kita begitu berat melakukannya. Lalu ketika anak kita yang merasa tak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari kita mulai berulah dan cari pelarian sebagai akibat rasa kecewanya terhadap sikap kita, barulah kita dibuat bingung dan kelabakan.
Seandainya kita selalu memberi waktu bagi anak-anak kita, tentu tak ada anak yang merasa tak diperhatikan. Selain itu kita akan memberi rasa aman kepada anak-anak kita. Sehingga mereka tak segan-segan untuk mencurahkan isi hatinya dan menjadi sangat terbuka terhadap kita. Bukankah ini sebenarnya akan memudahkan kita dalam mendidik anak kita?
Bagaimanapun juga anak lebih penting daripada pekerjaan atau kesibukan kita, jadi sebenarnya kurang tepat kalau kita berkata tidak ada waktu untuk anak-anak. Jika kita sudah memberi uang lebih kepada anak kita atau sudah membelikan ini itu dan mencukupi semua kebutuhannya, kadangkala kita sudah merasa menjadi orang tua yang baik dan bertanggung jawab. Padahal sebenarnya kebutuhan anak tak sebatas itu saja. Kadangkala seorang anak lebih menginginkan sebuah hubungan yang erat dengan kita lebih dari semua pemberian yang diterimanya. Belum terlambat jika kita mau menyediakan waktu yang lebih lagi bagi anak-anak kita.

1 komentar :