01 Juni, 2013



Bacaan: Yosua 9:1-27

.Percayalah kepada Tuhan dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. - Amsal 3:5



Suatu kali saya mengikuti sebuah permainan sederhana dalam acara outbond. Permainannya seperti ini, mata saya harus ditutup dan saya harus berjalan ke suatu sasaran dengan tuntunan suara seorang teman saya. Semula saya kira itu hal yang mudah, namun ternyata tidaklah demikian. Sulit sekali melangkah hanya berdasarkan tuntunan perkataan orang lain. Saat mata ditutup setidaknya indera kita yang lain akan secara otomatis berusaha mengira-ngira keadaan sekitar. Pikiran kita pun akan langsung membayangkan ada dimana kira-kira posisi tibuh kita. Rasanya tubuh seakan selalu berusaha untuk lebih mempercayai naluri diri sendiri daripada perkataan orang lain. Hasilnya bisa Anda tebak, team kami kalah! Permainan itu mengajarkan kepada saya banyak hal, salah satunya adalah belajar untuk percaya total pada tuntunan orang lain.
Dalam bacaan kita hari ini, bangsa Israel yang telah terkenal sebagai bangsa yang hebat dengan pimpinan Allah yang dahsyat, ternyata bisa dikalahkan oleh sebuah tipuan sederhana. Bangsa Gibeon adalah bangsa kecil yang sudah tahu bahwa nasibnya akan binasa di tangan orang Israel. Mereka berusaha mencari akal agar jangan sampai mereka ditumpas juga seperti penduduk Kanaan lainnya. Memang trik mereka cukup licik dan cerdik, akan tetapi bagaimana mungkin Israel yang mempunyai Allah yang Maha Besar itu bisa tertipu oleh sandiwara yang mereka mainkan? Jawabannya ada dalam ayat 14 Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN. “Hanya” gara-gara mereka tidak meminta keputusan Tuhan, bangsa Israel tertipu dengan mudah!
Siapakah yang menuntun Anda sekarang ini? Apakah Anda dipimpin oleh pertimbangan akal Anda sendiri? Apakah Anda dipimpin oleh perasaan Anda hari ini? Apakah Anda mengijinkan Tuhan yang menuntun hidup Anda? Bertanya pada Tuhan bagi sebagian orang mungkin terdengar aneh, namun bila kita membiasakan diri untuk bertanya kepada-Nya sebenarnya kita sedang belajar mendengarkan Dia. Sebelum Anda melakukannya, sebaiknya Anda tak perlu pusing memikirkan bagaimana Ia akan memberikan jawaban-Nya. Itu urusan Dia. Ia akan mengajarkan kepada kita sedikit demi sedikit sampai kita benar-benar bisa mengerti dan akhirnya memahami kehendak-Nya untuk kita lakukan.
Belajarlah untuk bertanya kepada Tuhan sebelum Anda mengambil keputusan apapun.

0 komentar :

Posting Komentar