12 Juni, 2013



Bacaan: I Korintus 12:12-31

Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan :"Aku tidak membutuhkan engkau."- I Korintus 12:21



Sungguh menggelikan jika kita melihat seseorang yang merasa dirinya hebat dan mampu melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan orang lain. Harusnya kita menyadari bahwa bagaimanapun juga kita membutuhkan orang lain. Sehebat-hebatnya David Beckham di lapangan bola, dia tak pernah bermain bola seorang diri. Ia selalu membutuhkan rekan satu timnya. Apakah Anda seorang dokter bedah yang hebat? Bolehkah saya mengajukan pertanyaan? Apakah ketika Anda sedang melakukan operasi, Anda melakukannya sendiri? Tentu saja tidak, Anda membutuhkan asisten yang selalu siap membantu Anda.
Penjual butuh pembeli. Produsen membutuhkan konsumen. Konselor membutuhkan konsele. Presiden membutuhkan rakyat. Pengacara membutuhkan klien. Demikian pula sebaliknya. Masa depan kita selalu berkaitan dengan orang lain jadi kembangkanlah sikap untuk membangun hubungan dengan orang lain. Menyadari bahwa keberhasilan kita bukan karena dari diri kita sendiri tetapi karena dukungan dari orang lain juga.
Sikap seperti ini membuat kita tak menjadi arogan dan sombong. Sebaliknya kita akan menjadi orang yang rendah hati, sebab ternyata keberhasilan kita karena akibat dari dukungan orang lain. Hal yang sama juga berlaku dalam dunia rohani. Keberhasilan sebuah pelayanan tak akan pernah dicapai secara one man show (melakukannya seorang diri). Sebuah kebangunan rohani akan terjadi kalau jemaat Tuhan bersatu hati dan saling melengkapi di dalam pelayanan. Karunia Roh dan karunia jawatan bekerja sama.
Yang memiliki karunia bahasa Roh membutuhkan karunia mentafsirkan bahasa Roh, demikian juga sebaliknya. Karunia jawatan seperti nabi, rasul, pengnjil, gembala dan guru saling melengkapi satu sama lain. Tak ada yang lebih hebat, lebih besar dan lebih penting daripada yang lain. Tak ada alasan untuk menjadi sombong, karena memang satu sama lain tak bisa berjalan sendiri. Hanya dengan pemahaman seperti ini, barulah kesatuan tubuh Kristus bisa tercapai. Selama tubuh Kristus masih merasa bahwa dirinya yang lebih penting, lebih hebat, lebih berkarunia, lebih benar dan bisa melakukan semuanya sendiri, maka kebangunan rohani yang dahsyat tak akan pernah terjadi.

0 komentar :

Posting Komentar