03 Agustus, 2013



Bacaan: Kisah Para Rasul 5:26-42

“Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira ... “ - Kisah Para Rasul 5:41



Apa yang membuat Brother Andrew, pendiri Open Doors ( Badan penginjilan di negara yang anti Kristen ) tetap memberitakan Injil meski nyawa dan aniaya seringkali menjadi taruhannya?
Apa yang membuat Richard Wumbrand tetap mempertahankan imannya walaupun harus menghadapi siksaan fisik yang sangat kejam dari tentara komunis Rumania?
Apa yang membuat Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjadi “keras kepala” dan tak mau menyembah patung raja, bahkan lebih suka masuk dapur yang menyala?
Apa yang membuat Yesus menolak tawaran menggiurkan dari Iblis dan lebih suka meminum cawan penderitaan yang sangat pahit?
Jawaban dari semua pertanyaan tersebut hanya satu, komitmen! Komitmen yang kuatlah yang membuat mereka tetap teguh dan memiliki keyakinan yang tak tergoncangkan walau menghadapi situasi seperti apapun juga. Itu sebabnya dalam bidang apapun juga selalu dibutuhkan komitmen yang kuat. Rumah tangga butuh komitmen yang kuat antara suami dan isteri, sehingga tak pernah ada perceraian. Dalam dunia bisnis butuh komitmen. Pelayanan kita di gereja butuh komitmen.
Jika hal-hal itu saja membutuhkan komitmen, tentu saja keputusan kita untuk mengikut Yesus juga membutuhkan komitmen! Tanpa komitmen yang kuat, alangkah mudahnya kita meninggalkan Tuhan saat harus memikul beratnya salib. Tanpa komitmen yang kuat maka begitu mudahnya kita berubah setia dan berpaling kepada allah lain. Tanpa komitmen yang kuat, maka hanya akan tercetak orang-orang Kristen musiman. Ketika musim menjadi nyaman dan bersahabat, maka mereka akan berbondong-bondong mencari Tuhan, namun ketika musim berubah maka berubah juga kesetiaan mereka kepada Tuhan.
Satu pertanyaan sederhana yang perlu kita jawab adalah seberapa kuat komitmen kita kepada Tuhan? Apakah keteguhan dan keyakinan kita kepada Kristus akan tetap kuat walaupun badai dan tekanan hidup menghimpit kita? Apakah kesetiaan kita tak berubah meski musim sudah berganti? Ingat, kunci kemenangan seorang kristen adalah komitmennya. Tanpa komitmen yang kuat, kita tidak mungkin bisa bertahan, apalagi menyelesaikan pertandingan iman sampai ke garis akhir.
Bacalah biografi Richard Wumbrand, seorang Kristen yang teraniaya karena imannya kepada Kristus

1 komentar :